Home » » Mengenal Jenis Freon yang Digunakan Untuk Service AC Bekasi

Mengenal Jenis Freon yang Digunakan Untuk Service AC Bekasi

Posted by cntransplant on Wednesday, November 8, 2017

Sebagai salah satu barang pakai, AC juga membutuhkan perawatan. Salah satu perawatan yang dibutuhkan oleh AC ialah freon. Tanpa freon, AC kita tidak akan bisa menyejukkan ruangan. Apabila tekanan freon sudah menipis ataupun habis, kita dapat meminta penyedia jasa service AC untuk mengisinya. Harga layanan pengisian freon akan tergantung pada PK AC serta jenis freon yang digunakan. Di Indonesia, ada empat jenis freon yang disediakan oleh tukang service ac bekasi. Simaklah ulasannya berikut ini.

1. Freon R22


CFC (Chloro-Fluoro-Carbon) atau juga dikenal sebagai freon R22 merupakan jenis freon yang ditemukan pada tahun 1930. Sejak saat itu, freon R22 memegang peranan penting bagi AC. Freon R22 memiliki sifat yang baik, stabil, dan tidak mudah terbakar. Selain itu, freon R22 juga tidak beracun dan kompatibel terhadap sebagaian besar bahan komponen pada sisten refrigerasi. Namun, seiring berjalannya waktu, ditemukan fakta bahwa freon R22 termasuk ke dalam Ozone Depleting Subtance (ODS). ODS ialah zat yang dapat menyebabkan kerusakan ozone. Karena hal ini, masyarakat mulai mencari alternatif untuk mengganti peran freon R22. Selain itu, dibuat juga peraturan untuk menghentikan pemakaian freon R22. Di Indonesia sendiri, freon R22 sudah tidak boleh lagi diimpor sejak tahun 2015. Namun, freon R22 yang tersisa dapat terus digunakan hingga tahun 2025.

2. Freon R32

Freon R32 ialah senyawa organik dihaloalkana yang bernama difluoromethane. Senyawa ini juga dikenal sebagai HFC-32 atau R32. Freon R32 ditemukan oleh Daikin Jepang pada Tahun 2012. Freon ini kemudian mulai disebarluaskan pada tahun 2013. Tidak heran, semua AC di Jepang yang menggunakan freon R32 hanya berasal dari Daikin saja. Dibandingkan freon R22, freon R32 memiliki angka index dingin yang lebih tinggi. Selain itu, freon R32 juga memiliki Ozone Depletion Potential sebesar 0. Jadi, jenis freon ini tidak berpotensi menyebabkan pemanasan global, berbeda dengan freon R22. Kelemahan pada freon R32 ini adalah mudah terbakar. Meskipun demikian, kita tidak perlu khawatir sebab bahan ini tidaklah seaktif hidrokarbon. Freon R32 juga tidak akan membuat AC meledak, sekalipun terjadi kebakaran.

3. Freon R410A

Freon 410A merupakan inovasi dari freon R22. Freon jenis ini dapat menghilangkan klorin dari refrigerant. Awal mula kemunculan freon ini sebenarnya disebabkan oleh keinginan produsen untuk pendingin yang lebih ramah lingkungan dari freon R22. Namun, meskipun lebih ramah lingkungan, freon R410A masih memiliki potensi untuk menyebabkan pemanasan global. Sementara itu, untuk ketahanannya terhadap kebakaran, freon R410A juga tidak mudah terbakar, sama seperti freon R22. Pada kemampuan untuk mendinginkan, freon R410A tidaklah jauh berbeda dengan freon R22. Apabila angka index pendinginan freon R22 adalag 100, freon R410A memiliki angka 92.

4. Freon R290

Freon R290 merupakan freon yang paling ramah lingkungan. Jika freon-freon jenis lain memiliki potensi pemanasan global yang berjumlah ratusan hingga ribuan, potensi pemanasan global pada freon R290 berjumlah kurang dari 3. Selain itu, seperti freon R32 dan freon R410A, freon 290 juga memiliki ODP (Ozone Depletion Potential) sebesar 0. Namun, dibandingkan jenis-jenis freon lainnya, freon R290 memiliki angka index pendingin yang paling rendah, yakni sebesar 83. Sayangnya, freon jenis ini memiliki tingkat mudah terbakar yang cukup tinggi. Akibatnya, merk AC seperti Daikin dan Panasonic memutuskan untuk tidak menggunakannya.

Thanks for reading & sharing cntransplant

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment